Desa Wisata Cihaniwung, Pangalengan Bandung, Jawa Barat (foto: Dok/Indonesiadaily).

INDONESIADAILY.ID – Industri pariwisata merupakan salah satu industri yang paling terdampak pandemi covid-19. Kunjungan wisatawan mancanegara dan domestik turun drastis.

Dalam Webinar Nasional dengan tema “Kontribusi Entrepreneur Muda dalam Membangun Ekonomi Nasional”, Guntur Subagja Mahardika, Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI mengatakan, Perlahan industri pariwisata menggeliat dengan inovasi, kreativitas, dan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Tahun 2019, kunjungan wisatawan mencapai 11,9 juta.

“Industri pariwisata tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 73,60 persen, dengan jumlah kunjungan sekitar 3,89 juta wisatawan,”ungkapnya saat menjadi keynote speaker , Minggu (21/3/2021).

Guntur yang juga Pembina Insan Pariwisata Indonesia (IPI) optimis pemulihan sektor pariwisata akan cepat dengan sejumlah inovasi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bersama para pelaku industri pariwisata.

Sejuk: Desa Wisata Cihaniwung, Pangalengan Bandung, Jawa Barat Siap menyambut wisatawan.

Selain hotel-hotel yang kini mulai digunakan kembali forum-forum pertemuan, juga industri kuliner mulai menggeliat. Sementara wisata alam dan “outdoor” menjadi pilihan banyak wisatawan.

“Di tengah pandemi potensi wisata alam menjadi primadona, wisata outdoor, kuliner, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

Ia memaparkan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mendorong pengembangan pariwisata desa. Ia menyebut konsep pariwisata itu adalah Dewa-Dewi. Konsep itu diharapkan mendongkrak minat wisatawan.

Dewa sendiri adalah kepanjangan dari Desa Wisata Agro yang dapat dikembangkan di daerah-daerah berbasis pertanian. Sedangkan Dewi adalah Desa Wisata Industri yang harus dikembangkan di desa basis usaha mikro kecil dan menengah.

Potensi wisata desa ini sangat besar dan dapat menyerap lapangan kerja baru. “Peluang bagi para entrepreneur muda,”ujar Pembina IPI. (ud/ed).

LEAVE A REPLY