Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (foto: Instagram/airlanggaharto_official).

INDONESIADAILY.ID – Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan industri perfilman sangat terdampak akibat pandemi Covid-19.

“Karena situasi pandemi COVID-19, salah satu yang terdampak adalah perfilman dan tenaga kerjanya lebih dari 50.000 orang,” kata Airlangga di Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (01/4/21).

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu, pihaknya berharap industri film segera kembali pulih dalam waktu dekat dan mengajak masyarakat untuk ke bioskop dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Acara nonton bersama di bioskop yang diinisiasi bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) Partai Golkar itu digelar serentak di 26 kota di Indonesia dengan target jumlah penonton sebanyak 3.200 orang.

Untuk di Jakarta turut juga dihadiri oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga.

Dikatakan Airlangga beberapa waktu lalu dirinya mendapatkan pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencarikan jalan agar industri perfilman hidup kembali. Hal ini ketika meninjau para seniman dan sines di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

“Bapak presiden menitipkan untuk mencarikan jalan untuk restart industri ini dan salah satunya adalah mengajak kita semua untuk pergi ke bioskop yang menjalankan salah satu safety, healthiness, cleanliness dan penting ini agar sesuai dengan protokol kesehatan,” tutur Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bilamana ruang bioskop cukup aman lantaran berdiameter tinggi dan luas. Sehingga protokol kesehatan dapat diterapkan ketika masyarakat menonton ke bioskop.

“Ke depannya, kita melihat sudah lebih banyak yang tervaksinasi dan demikian kita bisa berulang untuk membuka kegiatan termasuk untuk mendukung industri yang padat karya ini. Industri talent, padat karya dan ini adalah yang didukung pemerintah,” Pungkas Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga. (ud/ed).

LEAVE A REPLY