Pelatihan memproduksi material berbahan Ecoprint oleh Lazismu (foto: dok/Lazismu)

INDONESIADAILY.ID – Lazismu menjalankan program pemberdayaan dengan mengadakan pelatihan kepada ibu rumah tangga. Tujuannya adalah untuk memproduksi material bahan ecoprint dengan bahan-bahan pewarna dan pola alami yang berada di lingkungan sekitar.

Program tersebut merupakan pemberdayaan ekonomi Lazismu agar menjadi salah satu prioritas dalam penyaluran dana Zakat Infak Sedekah dan Dana Kemanusiaan (ZISKA) maupun CSR dari mitra Lazismu. Adapun pihak yang berkerjasama antara lain Wardah, Unit Pengelola Zakat Permata Bank Syariah, Donasi Konsumen Alfamidi dan lain-lain.

Pelatihan memproduksi material berbahan ecoprint oleh Lazismu (foto: dok/Lazismu)

Ketua Badan Pengurus Lazismu Hilman Latief mengatakan, pelatihan itu telah dilaksanakan sejak tahun 2020 dan sudah diadakan di beberapa kota baik di Pulau Jawa, Aceh dan Batam . Hasil produksi dari pelatihan ini juga telah diperkenalkan oleh Lazismu melalui berbagai ajang pameran pemberdayaan.

“Banyak yang berminat dan bahkan ada expatriat dari Norwegia yang membeli baju ecoprint. Ibu-ibu juga ada yang membeli jilbab hasil produksi ibu-ibu binaan Lazismu ini,” ujar Hilman Latief (04/05), yang pernah mendampingin tim ecoprint berpameran di Bali dalam sebuah ajang seminar bisnis internasional.

Hilman berharap dengan program pemberdayaan itu menjadikan penambahan nilai pada ibu rumah tangga dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, “Kami berharap ketrampilan ini juga bisa di apresiasi masyarakat dan mendapatkan tempat di hati penikmat busana,” imbuh Hilman.

Senada dengan Direktur Utama Lazismu, Sabeth Abilawa juga berharap pemberdayaan yang dilakukan Lazismu mampu meningkatkan semangat dan ekonomi peserta di tengah kondisi pandemi,

Program pemberdayaan ekonomi oleh Lazismu (foto:dok/Lazismu)

“Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam program pemberdayaan perempuan ini, semoga hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat terutama peserta yang didampingi oleh Lazismu,” kata Sabeth yang sangat berpengalaman dalam bidang pemberdayaan masyarakat ini.

Sementara itu, Pupung Pursita selaku Penanggungjawab program Pelatihan menyampaikan bahwa para peserta pelatihan ecoprint tidak hanya mendapatkan teknik membuat motif dari bunga dan daun pada kain, tetapi juga diberikan teknik membuat motif dalam media lainnya seperti pada kulit kambing/domba, mug, kertas dan media lainnya.

“Inovasi dalam pembuatan produk ecoprint senantiasa kami tingkatkan, agar memiliki ciri tersendiri sehingga mampu bersaing dengan produk2 ecoprint lainnya,” pungkas Pupung yang telah melatih lebih dari 300 ibu-ibu rumah tangga untuk memiliki skil pembuatan kain dengan motif ecoprint. (ud/ed)

LEAVE A REPLY