Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI Guntur Subagja Mahardika saat menyampaikan materi (foto: dok/Istimewa).

INDONESIADAILY.ID – Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI Guntur Subagja Mahardika mengatakan, Di tengah pandemi Covid-19 perlu inovasi dan kreativitas untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dengan mengoptimalkan potensi kemandirian nasional dan kearifan lokal.

Menurut Guntur, Potensi ekonomi kreatif Indonesia sangat besar dengan beragam jenis produknya, mulai industri kreatif, industri budaya, kuliner dan makanan, serta produk berbasis teknologi digital.

“Ekonomi kreatif dapat menjadi motor penggerak percepatan pemulihan ekonomi nasional, selain sektor pertanian,” kata Guntur dalam Webinar World Indonesian Millennials Forum yang diselenggarakan Eksyapreneur dan International Millenial Project, Jumat, (28/5/21).

Ketua Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik Global – Universitas Indonesia itu menjelaskan, ada tiga jenis ekonomi kreatif yang menjadi unggulan saat ini, yaitu: industri kuliner, fesyen (fashion), dan kriya (kerajinan).

“Selain tiga hal tersebut ada dua lagi yang dapat menjadi unggulan, yaitu aplikasi startup berbasis teknologi digital dan industri konten (content provider),” ujar Guntur.

Kelima jenis ekonomi kreatif ini dapat memberikan dampak ekonomi dan dampak sosial yang tinggi. “Ini dapat menciptakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja, dapat menjadi solusi bagi angkatan kerja baru maupun korban PHK akibat pandemi. Bidang-bidang tersebut juga diminati milenial,” jelasnya.

Guntur mengutip data yang dirilis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Opus Creative Economy Outlook (2019) merilis sektor
ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar Rp1.105 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

Kontribusi ini menjadikan Indonesia menjadi peringkat ketiga ekonomi kreatif dunia setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan. Ekonomi kreatif juga menyerap 17 juta tenaga kerja.

“Indonesia memiliki potensi besar dalam eknomi kreatif, saya mengajak milenial belajar dari Korea Selatan yang sukses mengemas seni dan budaya menjadi industri kreatif yang menembus pasar global,” kata Guntur Subagja.

Melihat potensi yang sangat besar ini, Guntur menyebutkan saatnya Indonesia mengembangkan ekonomi utama (core economy) yang fokus pada sektor pertanian dan perikanan serta sektor ekonomi kreatif.

“Pertanian, khususnya pangan untuk memenuhi kebutuhan nasional, tanpa harus mengimpor,” ujar Guntur yang juga Ketua Umum Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani).

Guntur mengungkapkan, tantangan dan dampak pandemi covid-19 cukup berat. UMKM banyak yang tutup, kemiskinan meningkat dan pengangguran bertambah. Karena itu perlu inovasi dan kreativitas mengembangkan sektor-sektor ekonomi yang potensial.

Sebagai informasi, webinar internasional yang diikuti sekitar 1000 peserta milenial Indonesia yang berada di berbaga negara berlangsung selama tiga hari, 28-30 Mei 2021, dengan tema “Sustainble Development Goals (SDGs)”.

Pada hari pertama menghadirkan narasumber Guntur Subagja Mahardika (Asisten Staf Khusus Wapres RI), Bambang Satrio Lelono (Kepala Barenbang Kementerian Tenaga Kerja), Imam Gunawan (Asisten Deputi Kewirausahan Pemuda Kemenpora), Raden Ahmad Nabhan (Baznas Millennialpreneur(, dan Abdul Azis Nawawi (Ketua Umum Santri Mendunia).**

LEAVE A REPLY