JAKARTA – Arus Baru Indonesia (ARBI) bersama Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan kedamaian di tengah situasi politik menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang makin memanas. Termasuk dalam berkampanye diharapkan tetap santun dan menyenangkan.

Komandan TKN Golf (Relawan) Prabowo – Gibran Haris Rusly Moti menyampakkan pesan calon Presiden Prabowo Subianto agar semua relawan dan pendukungnya menjaga kerukunan dan tidak menyerang pihak lain. “Kita tidak mau Pilpres 2024 ini mengulangi politik yang terlalu panas di 2019. Sebagai komunitas relawan Prabowo dan mas Gibran, kita diminta menjadi teladan dalam menjaga supaya negara ini tetap rukun,” ungkap Haris Rusly Moti.

Haris Rusly Moti mengajak masyarakat semakin dewasa dalam berpolitik dan tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif yang merupakan bangsa dan negara. “Demokrasi yang kita jalani haruslah merupakan demokrasi kerukunan, bukan demokrasi gontok-gontokan, fitnah-fitnahan, “paparnya dalam Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan ARBI.

Ketua Umum ARBI Guntur Subagja Mahardika mengamini apa yang disampaikan Komandan TKN Golf Prabowo Gibran. Menurutnya, pemilu yang hanya dilaksanakan setiap lima tahun ini jangan sampai merusak tatanan kebangsaan yang tidak sesuai dengan budaya dan sosial masyarakat Nusantara yang ramah, peduli, dan bergotongroyong. “Saatnya kita berkampanye santuy, sampaikan gagasan tanpa harus menjelekkan calon-calon lainnya,”tutur Guntur saat memimpin bertajuk “Arus Baru Menuju Indonesia Baru” tersebut, di Rumah ARBI, Menteng Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2023).

Haris Rusly Moti mengungkapkan, diminta Prabowo dan Gibran selaku pasangan capres dan cawapres untuk terus memgusung cara berpolitik yang santai, meskipun jika pihak rival mereka memancing emosi. “Dalam menghadapi politik marah-marah, politik sudut menyudutkan, yang selalu dilontarkan oleh pihak sebelah, kita dihimbau pak Prabowo dan mas Gibran menanggapi dengan cara yang sejuk. disenyumin aja,”ajaknya.

Ia menambahkan, situasi yang konfrontatif akan merugikan bangsa Indonesia. “Jadi fitnah itu akan berlalu dengan sendirinya ketika kita menanggapinya dengan cara yang sejuk, terikur, tidak perlu menanggapi segala hoax, fitnah, atau pernyataan yang menyudutkan pak Prabowo dan mas Gibran dengan pernyataan yang konfrontatif atau provokasi balik, yang justru memanaskan situasi. dan saya rasa sangat tidak menguntungkan bagi pak Prabowo dan mas Gibran, dan tidak baik untuk bangsa dan negara,”urai Haris.

Ketua Rumah Kemenangan Gibran (RKB), Kris Budihardjo, menyampaikan model kampanye yang dilakukan Prabowo – Gibran yang disukai masyarakat saat ini. “Tidak banyak baliho Prabowo Gibran, tapi elektabilitasnya terus naik,”katanya.

Ia menyebutkan pasangan Prabowo dengan Gibran menjembatani dua era senior dengan milenial yang terpaut usia jauh dan  secara gaya hidup berbeda. “Mas Gibran mewakili anak-anak milenial yang mayorirtas penduduk Indonesia, dan Pak Prabowo akan menanamkan jiwa nasionalisme dan ideologinya sehingga mas Gibran akan memiliki kemampuan mumpuni yang lebih mumpuni.

Saat ini Gibran sudah pengalaman menjadi walikota, dan sukses memimpin Kota Surakarta. “Kota mana yang ikut promosi di dunia, mempromosikan Indonesia melalui Solo, di Perancis, itu hanya mas Gibran yang sudah melakukannya,”kata Kris Budihardjo.

Ketua Alumni Komisi Pemilihan Umum (Alumni KPU) Alfiyan Toni menekankan kedewasaan berpolitik disenangi masyarakat pemilih saat ini. “Kita harus melaksanakan pemilu yang damai, jujur, adil, dan menyenangkan,”kata Alfiyan.

Cendekiawan Muhammadiyah, Defi I Budiarto melihat potensi pemilih muda merupakan massa yang harus menjadi target para calon presiden. Mereka tidak dapat didekati dengan pendekatan lama, tapi melakukan cara-cara yang baru sesuai dengan eranya. “Penampilan melalui kartun Gemoy, joget-joget, dan gagasan yang terkait langsung dengan milenial disenangi para pemilih milenial,”katanya.

Arus Baru Indonesia, sebut Guntur, adalah organisasi yang pada tahun pemilu 2019 mengusung Joko Widodo – Kyai Ma’ruf Amin, yang saat itu berkompetisi dengan capres Prabowo. “Saat ini, ARBI menambatkan hatinya kepada Prabowo Gibran karena hanya calon presiden dan wakil presiden pasangan nomor urut 2 yang berkomitmen untuk melanjutkan program-program Presiden Joko Widodo dan Wapres Kyai Ma’ruf Amin,”ungkapnya.

Guntur menjelaskan, isu kemandirian nasional, ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, hilirisasi industri, merupakan isu yang menjadi prioritas oleh Jokowi dan Ma’ruf Amin. Termasuk di dalamnya pengembangan ekonomi syariah dan industri halal , penguatan usaha mikro dan kecil, ekonomi pesantren, dan ekonomi rakyat yang ditangani Kyai Ma’ruf Amin.  “Presiden Jokowi mencanangkan Indonesia menjadi pusat industry halal dunia pada 2024, dan ini harus dilanjutkan oleh Bapak Prabowo dan mas Gibran sehingga Indonesia menjadi produsen produk halal terbesar di dunia,”kata Guntur.

Sekretaris Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) MUI Hazurly Haz, berharap Presiden Prabowo dan Gibran mendorong ekonomi umat dan ekonomi syariah sebagai kekuatan nasional Indonesia. Model ekonomi ini diyakini dapat mempercepat pengentasan kemiskinan, mempersempit kesenjangan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia yang mayoritas berpenduduk muslim. “KPEU MUI sejak awal membangun arus baru ekonomi umat untuk kesejahteraan bangsa Indonesia,”tegasnya.*

LEAVE A REPLY