Gedung PT. Pupuk Indonesia

INDONESIADAILY.ID – PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menggelar Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) di tahun 2021 batch I di periode Maret hingga September tahun 2021 sebagai program link and match perguruan tinggi dan industri.

Direktur SDM dan Tata Kelola Pupuk Indonesia Winardi yang membuka program tersebut secara virtual di Jakarta, Senin (05/4/21), menjelaskan bahwa Pupuk Indonesia telah menjalankan PMMB sejak tahun 2019 dan merupakan program link and match antara perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, dengan kebutuhan industri.

“Di Pupuk Indonesia sendiri, program ini menjadi implementasi dari komitmen perusahaan untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan kompetensi anak bangsa sehingga tercipta SDM unggul dan berkompeten,” kata Winardi.

Tujuan dari program ini adalah menghadirkan sinergi melalui “BUMN untuk Indonesia”, kandidat rekrutmen untuk BUMN terkait, serta menciptakan SDM berjiwa entrepreneur sesuai dengan kebutuhan perusahaan BUMN.

“Program ini juga menjadi solusi atas tantangan SDM di BUMN pada masa yang akan datang,” kata dia.

Winardi menjelaskan bahwa pelaksanaan PMMB dibagi menjadi dua jenis. Pertama, mahasiswa melaksanakan magang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan industri termasuk BUMN selama enam bulan. Peserta magang juga harus melaksanakan uji kompetensi sesuai bidangnya di akhir masa pemagangan oleh lembaga sertifikasi profesi nasional.

Kedua, mahasiswa melaksanakan pemagangan sesuai dengan project yang diberikan oleh pihak industri selama enam bulan. Peserta magang dinyatakan selesai mengikuti pemagangan usai menyelesaikan pekerjaan dengan waktu yang telah ditentukan, yang kemudian diakui oleh pihak industri dengan mengeluarkan sertifikat industri.

Dia pun berharap peserta magang dapat mengikuti setiap proses pemagangan ini dengan optimal sehingga menambah wawasan dan kompetensi untuk menghasilkan prestasi di masa yang akan datang.

“Saya berharap program ini mampu meningkatkan kompetensi dan pengalaman peserta, sehingga mereka bisa lebih mudah mendapatkan pekerjaan kelak, dan bisa tumbuh menjadi SDM yang unggul dan berdaya saing global,” kata Winardi. (ud/ed).

LEAVE A REPLY